Digital Marketer, Kenapa Banyak Marketing Funnel Bocor di Tahap Consideration? Ini Alasannya

Digital Marketing

Banyak bisnis sudah berhasil menarik perhatian audiens lewat konten atau iklan, namun gagal mengonversi mereka menjadi pembeli. Fenomena ini sering terjadi di satu titik spesifik dalam perjalanan pelanggan, yaitu tahap consideration atau pertimbangan, ketika calon pelanggan sudah tahu keberadaan sebuah brand namun belum cukup yakin untuk melangkah ke pembelian.

Memahami penyebab kebocoran di tahap ini penting sebelum bisnis buru-buru menambah budget iklan untuk mendatangkan lebih banyak traffic baru. Sebagian pelaku usaha akhirnya memanfaatkan jasa digital marketing indonesia untuk mengidentifikasi di titik mana sebenarnya audiens berhenti melanjutkan perjalanan mereka.

Sebagian lainnya memilih menganalisis funnel secara mandiri terlebih dahulu, sebelum mempertimbangkan pendampingan dari Marketing Agency Terpercaya Coulava untuk menyusun perbaikan yang lebih terarah.

Berikut penjelasan mengenai penyebab umum kebocoran funnel di tahap consideration dan cara mengatasinya.

Apa yang Dimaksud dengan Tahap Consideration dalam Funnel?

Tahap consideration adalah fase ketika calon pelanggan sudah mengenal sebuah brand, namun masih dalam proses mempertimbangkan apakah produk atau layanan tersebut benar-benar sesuai dengan kebutuhan mereka. Berbeda dengan tahap awareness yang berfokus pada jangkauan, tahap ini lebih menekankan pada kualitas informasi dan kepercayaan yang dibangun.

Pada tahap ini, calon pelanggan biasanya sudah mulai membuka beberapa sumber informasi sekaligus, mulai dari website resmi, media sosial, hingga ulasan dari pengguna lain. Semakin banyak titik informasi yang dikumpulkan, semakin besar pula peluang mereka menemukan celah keraguan yang belum terjawab oleh brand yang bersangkutan.

Kondisi ini membuat tahap consideration berbeda dari tahap sebelumnya, karena audiens sudah mulai membandingkan secara aktif antara satu brand dengan brand lain. Brand yang tidak menyiapkan jawaban atas pertanyaan spesifik di tahap ini berisiko kehilangan calon pelanggan kepada kompetitor yang informasinya lebih lengkap dan mudah diakses.

Menurut artikel dari Coulava yang membahas tahapan marketing funnel digital secara menyeluruh, tahap consideration kerap menjadi titik paling kritis karena audiens mulai membandingkan satu brand dengan kompetitor lain sebelum mengambil keputusan.

Kenapa Banyak Audiens Berhenti di Tahap Ini?

  • Informasi yang tersedia belum cukup meyakinkan untuk menjawab keraguan calon pelanggan
  • Tidak ada konten pendukung seperti testimoni, studi kasus, atau perbandingan produk
  • Proses follow-up setelah audiens menunjukkan ketertarikan awal berjalan terlalu lambat
  • Pesan yang disampaikan di tahap ini masih menyerupai pesan di tahap awareness, sehingga terasa repetitif
  • Tidak ada kanal komunikasi yang mudah diakses ketika audiens memiliki pertanyaan spesifik sebelum memutuskan

Menurut HubSpot, audiens pada tahap consideration cenderung mencari informasi yang lebih mendalam dibanding sekadar pengenalan produk, sehingga konten yang disajikan perlu menyesuaikan kebutuhan tersebut.

Bagaimana Cara Mengurangi Kebocoran di Tahap Consideration?

  • Menyediakan konten yang lebih mendalam, seperti studi kasus, perbandingan, atau ulasan pelanggan
  • Mempercepat proses follow-up melalui email atau retargeting yang relevan dengan minat audiens
  • Menyesuaikan pesan komunikasi agar berbeda dari pesan di tahap awareness
  • Memantau titik-titik spesifik tempat audiens berhenti melalui data funnel yang tersedia
  • Menyediakan kanal komunikasi langsung, seperti live chat atau kontak WhatsApp, untuk menjawab pertanyaan spesifik dengan cepat

Dikutip dari artikel Coulava mengenai funnel strategy dalam Facebook Ads, penyesuaian pesan berdasarkan posisi audiens dalam funnel menjadi salah satu faktor yang membedakan campaign yang efektif dengan yang hanya menghasilkan traffic tanpa konversi.

Menurut Think with Google, konsumen digital saat ini melewati banyak titik kontak sebelum memutuskan membeli, sehingga bisnis yang tidak menyesuaikan strategi di setiap tahap berisiko kehilangan audiens yang sebenarnya sudah tertarik sejak awal. Titik kontak ini bisa berupa iklan, konten media sosial, hingga percakapan langsung dengan tim customer service sebelum keputusan akhir diambil.

FAQ Seputar Kebocoran Funnel di Tahap Consideration

Apakah kebocoran di tahap consideration selalu disebabkan oleh konten yang kurang baik?

Tidak selalu. Selain konten, kebocoran juga bisa disebabkan oleh proses follow-up yang lambat atau kurangnya kanal komunikasi yang memudahkan audiens bertanya lebih lanjut sebelum memutuskan membeli. Faktor teknis seperti kecepatan loading halaman produk atau kemudahan navigasi juga turut memengaruhi keputusan audiens untuk melanjutkan atau berhenti di tahap ini.

Bagaimana cara mengetahui di titik mana audiens berhenti dalam funnel?

Data seperti tingkat klik pada email follow-up, durasi kunjungan pada halaman produk, atau interaksi pada konten perbandingan dapat membantu mengidentifikasi titik spesifik tempat audiens kehilangan minat. Analisis ini idealnya dilakukan secara berkala, bukan hanya sekali ketika funnel pertama kali disusun, karena perilaku audiens dapat berubah seiring waktu.

Penutup

Kebocoran funnel di tahap consideration merupakan tantangan yang umum dihadapi banyak bisnis, namun dapat diminimalkan dengan memahami kebutuhan audiens pada tahap tersebut secara lebih spesifik. Penyesuaian konten dan kecepatan follow-up menjadi dua faktor yang paling menentukan apakah audiens akan melanjutkan perjalanan mereka hingga tahap pembelian. Bisnis yang secara rutin mengevaluasi titik-titik ini biasanya lebih cepat menemukan penyesuaian yang tepat dibanding yang hanya berfokus menambah traffic baru di tahap awareness.

Rekomendasi artikel lainnya

Tentang Penulis: Kak Dimas

Mencoba menjawab pertanyaan yang sering ditanyakan. Ayo tanya apa saja!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *